Language

News
"Titanic Made by Lapindo" Available on iTunes Store Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Senin, 08 Februari 2010 18:03
Maaf, terjemahan tidak tersedia.

This translation of Maksum’s memoir Titanic Made by Lapindo is the first installment in Lafadl’s Sharing Voices, Sharing Lives series. At Lafadl, we believe bringing Maksum’s voice to the attention of the world represents a crucial step towards realizing the inclusion of marginalized voices into global media and movements for change.

Just click: http://appshopper.com/books/titanic-made-by-lapindo

 
Sore Itu Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Rabu, 14 Oktober 2009 18:50
Maaf, terjemahan tidak tersedia.

Sore itu, tanggal 13 September 2009, adalah waktu yang ditentukan oleh ibu-ibu kelompok 5 di desa Gempolsari untuk bertemu dan membayar cicilan pertama. Saat itu masih dalam bulan Ramadhan. Bosman, Paring, dan Saya kira-kira jam 4 mulai meluncur dari markas menuju desa Gempolsari. Di rumah yang telah disepakati sebagai tempat pertemuan kami menjumpai sejumlah orang sedang berkumpul. Bukan para ibu, namun para laki-laki.

Selanjutnya...
 
Mereka yang di Luar Peta Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Jumat, 04 September 2009 20:36
Maaf, terjemahan tidak tersedia.

Sudah lebih tiga tahun sejak bencana lumpur panas Lapindo menyembur pertama kali pada tanggal 29 Mei 2006. Sampai sekarang debit semburan masih stabil pada angka 100.000 m3  hari -1. Bahkan kemarin (3 September 2009) menurut salah seorang warga (bekas) Jatirejo yang bekerja sebagai tukang ojek di tanggul, Pak Kus, semburan tambah deras, karena sudah terlihat kembali lumpur menyembur ke atas.

Selanjutnya...
 
Jeruk Makan Jeruk Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 29 Agustus 2009 22:28
Maaf, terjemahan tidak tersedia.

Tanggal 28 dan 29 Agustus 2009 adalah jatuh tempo pertama pembayaran kredit bagi kelompok Mbak Fitiri (kelompok 1) dan Kelompok Mbak Nur (kelompok 2). Selain acara pembayaran cicilan,  program kredit kecil untuk perempuan korban bencana aliran lumpur panas Lapindo ini juga diselingi dengan diskusi sekali sebulan.

Selanjutnya...
 
Mengingat yang Mati, Menghidupkan Perlawanan Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Minggu, 23 Agustus 2009 18:20
Maaf, terjemahan tidak tersedia.

Gara-gara lumpur pengajian bubar .... jamaah hilang ... Semua ini punya harga di hadapanmu Ya Allah ... Tapi Lapindo tidak menghargainya sama sekali,” keluh Ustad Rochman keras menahan tangis.

Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 3